Kamis, 27 Maret 2014

Menyiapkan Penangkaran Perkutut

Sangkar gantung untuk beternak perkutut harus dikondisikan supaya bisa digunakan untuk berkembang biak. Sangkar ini harus ditempatkan dengan cara yang benar dan harus dilengkapi dengan beberapa perlengkapan pendukung agar bisa berfungsi sebagai tempat berkembang biak. Uraian berikut ini akan menguraikan lebih rinci tentang sangkar dan perlengkapan pendukung yang harus ada serta cara penempatannya.

A.    Bahan, Bentuk, dan Ukuran Sangkar

Sangkar dengan kerangka terbuat dari kayu dan jeruji dari bambu sesuai untuk beternak perkutut. Sangkar seperti ini relatif ringan sehingga tidak merepotkan dalam penempatan.
Di pasar burung, sangkar seperti ini dijual dalam berbagai bentuk dan ukuran. Untuk beternak perkutut, sebaiknya dipilih yang berbentuk kotak meninggi dengan ukuran minimum panjang dan lebar sekitar 45 cm dan tinggi sekitar 60 cm. Sangkar seukuran ini digunakan untuk mengembangbiakkan sepasang perkutut. Jadi, satu sangkar hanya diisi sepasang perkutut.
Usahakan tidak memilih sangkar yang berukuran lebih kecil atau lebih besar dari ukuran tersebut. Sangkar yang terlalu kecil akan merusak bulu induk perkutut. Jika sangkar terlalu besar, induk atau anak perkutut sulit  ditangkap karena jangkauan tangan yang terhatas. Jarak antarjeruji sangkar jangan sampai lehih dari 1,5 cm, semakin rapat semakin haik. Jarak antarjeruji yang rapat membuat kepala perkutut tidak bisa dijulurkan keluar sangkar. Dikhawatirkan leher perkutut terjepit jeruji jika kepalanya bisa dijulurkan keluar sangkar.
Untuk memudahkan pengelolaan, sebaiknya sangkar memiliki dua pintu. Pintu pertama terletak pada sisi samping sangkar sebelah bawah, sedangkan yang kedua pada sisi samping sebelah atas. Pintu pertama digunakan untuk memasukkan atau mengeluarkan wadah pakan dan wadah minum. Pintu kedua digunakan untuk memasang sarang dan mengontrol telur atau anak perkutut yang belum bisa terbang. Umumnya, sangkar yang dijual di pasar burung hanya memiliki satu pintu, berada di sisi samping sangkar sebelah bawah.  Sangkar seperti ini bisa digunakan, tetapi agak merepotkan untuk mengontrol telur atau anak perkutut yang belum bisa terbang. Untuk itu, perlu dibuatkan satu pintu lagi. Ukuran pintu tidak perlu terlalu luas, asal cukup dimasuki wadah sarang.

B.    Perlengkapan Sangkar dan Penempatannya

Perlengkapan yang harus ada di dalam sangkar meliputi wadah pakan, wadah minum, tengggeran, wadah sarang berikut bahan sarang, penampung kotoran, dan atap. Semua perlengkapan ini harus ditata dengan benar supaya mudah dikelola.

1.  Wadah pakan dan wadah minum

Wadah pakan dan wadah minum banyak dijual di pasar burung. Wadah ini dijual dalam berbagai ukuran dan umumnya terbuat dari plastik. Untuk perkutut, dipilih wadah yang berdiameter sekitar 6 cm dan kedalaman juga 6 cm.
Wadah pakan dan wadah minum ini diletakkan di sebelah kanan atau kiri pintu bagian bawah, menempel pada jeruji sangkar, Wadah pakan ditempaekan paling dekat dengan pintu. Kedua wadah ini
diusahakan tidak saling berimpitan, diberi jarak sekitar 5 cm. Snpaya tidak bergeser atau terbalik, wadah ini bisa dikaitkan pada jeruji sangkar dengan menggunakan lidi atau kawat. Supaya pakan atau air minum tidak kemasukan air hujan, dinding sangkar tempat wadah pakan dan wadah minum menempel ditutup dengan plastik bening yang tebal.

2.     Tenggeran

Tenggeran diperlukan sebagai tempat beristirahat. Akan lebih baik jika tenggeran ini terbuat dari ranting kayu asam. Jika sulit mendapatkan ranting asam, kayu bangunan juga bisa dimanfaatkan. Ranting untuk tenggeran sebaiknya dipilih yang lurus dengan diameter sekitar 2,5 cm. Ranting ini tidak perlu dibuang kulitnya. Kulit ranting yang kasar membuat perkutut tidak mudah terpeleset, terutama saat kawin.
Satu sangkar diberi dua tenggeran. Kedua tenggeran ini diletakkan sejajar. Satu diletakkan di bawah, kira-kira setinggi sepertiga tinggi sangkar. Satunya lagi di atasnya, kira-kira setinggi dua pertiga tinggi sangkar. Tenggeran yang di sebelah atas letaknya didekatkan ke dinding belakang sangkar, kira-kira 15 cm dari dinding belakang. Peletakan tenggeran dibuat seperti ini agar perkutut tetap bisa mengepakkan sayap tanpa membentur tenggeran di atasnya.

3.     Wadah dan bahan sarang

Wadah sarang untuk perkutut banyak dijual di pasar burung. Wadah ini juga bisa dibuat sendiri. Bahannya bisa dari plastik bekas kemasan sabun atau bahan lainnya asal mempunyai ruangan cekung untuk bahan sarang. Wadah sarang ini ditempatkan sejajar dengan tenggeran atas, berdekatan dengan pintu atas, pada sudut sangkar, dan tidak berada di atas wadah pakan dan wadah minum.
Wadah ini selanjutnya diisi bahan sarang. Bahan sarang berupa daun cemara atau rerumputan yang telah kering. Bahan sarang ini sebelumnya dibentuk menjadi semacam cekungan, sesuai dengan wadahnya, dengan cara ditekantekan. Selanjutnya, bahan ini dimasukkan  ke dalam  wadah jika  pasangan  perkutut di  dalam sangkar telah melakukan perkawinan.
Dinding sangkar yang berdekatan dengan sarang ditutup dengan bahan yang tidak tembus air dan berwarna gelap. Penutupan sebagian dinding sangkar ini supaya sarang tidak basah oleh hujan dan tidak tekena sinar matahari.

4.     Penampung kotoran

Penampung kotoran bisa terbuat dari tripleks atau lembaran seng. Perlengkapan ini dipasang di bagian bawah sangkar. Pemasangan diatur supaya bisa dengan mudah dilepas dari sangkar.
Penampung kotoran berfungsi menampung kotoran perkutut dan pakan yang berhamburan. Adanya perlengkapan ini membuat ruang di bawah sangkar tetap bersih sehingga bisa digunakan untuk keperluan lain tanpa khawatir kejatuhan kotoran perkutut.

5.     Atap

Meskipun telah tertutup jeruji, sisi atas sangkar perlu ditutup lagi dengan bahan yang tidak tembus air dan cahaya. Bahan yang digunakan dipilih yang tidak menyerap dan menghantar panas terlalu tinggi. Jangan menggunakan seng karena bahan ini sangat mudah menyerap dan menghantarkan panas dari matahari. Panas berlebihan yang diserap dan dihantarkan oleh atap ke dalam sangkar sangat mengganggu kenyamanan perkutut. Panas yang berlebihan juga bisa menyebabkan telur tidak bisa menetas.
Contoh bahan yang baik untuk atap sangkar ialah tripleks dan kardus bekas. Kedua bahan ini bisa digunakan bersamaan. Mulanya bagian atas sangkar ditutup tripleks, lalu di atasnya diberi kardus bekas yang tebal. Karena kedua bahan ini bisa hancur oleh air hujan, di atasnya perlu ditutup lagi dengan plastik yang agak tebal. Dengan atap seperti ini suasana di dalam sangkar tidak terlalu panas jika matahari bersinar kuat dan tidak kemasukan air ketika hujan.

C.    Penempatan Sangkar

Sangkar untuk beternak perkutut ditempatkan di dinding dengan cara dikaitkan atau diberi penyangga. Dengan penempatan seperti ini, sangkar tidak akan bergoyang jika terkena angin atau tersentuh, baik disengaja atau tidak. Sangkar yang sering bergoyang, terutama dengan goncangan yang mengejutkan, akan membuat perkutut merasa terganggu. Jika goncangan yang mengejutkan sering terjadi pada saat perkutut sedang mengerami telur, kemungkinan telur tidak menetas menjadi semakin besar.
Dinding tempat sangkar ditempelkan harus tidak beratap dan dijangkau oleh sinar matahari. Kondisi seperti ini memungkinkan sangkar selalu dihembus oleh udara segar dan dihangati oleh sinar matahari. Perkutut memang menuntut adanya udara segar dan sinar matahari yang menyinari langsung ke tubuhnya minimum dua jam sehari. Tanpa sinar matahari perkembangbiakan perkutut tidak akan normal dan sering terjadi gangguan pertumbuhan tulang serta menurunnya kualitas suara.
Mengingat sinar matahari mutlak diperlukan oleh perkutut maka akan sangat baik jika sangkar ditempel pada dinding yang meng-hadap ke timur. Dengan penempatan seperti ini, perkutut akan selalu mendapat sinar matahari pada pagi hingga tengah hari. Meskipun demikian, dinding yang menghadap ke utara, selatan, dan barat tetap bisa digunakan untuk menempel sangkar sepanjang sinar matahari masih bisa menjangkaunya.
Penempatan sangkar sebaiknya tidak terlalu tinggi, sebatas masih bisa dijangkau tangan tanpa menggunakan pijakan. Sangkar yang ditempel pada dinding yang terlalu tinggi akan merepotkan dalam pengelolaannya. Jika hanya satu, mungkin tidak terlalu menjadi ma-salah. Namun, jika jumlah sangkarnya banyak, akan sangat melelahkan dalam mengurusnya.

Jika jumlah sangkar lebih dari satu, penempatannya bisa secara bersusun. Susunan sangkar sebaiknya tidak lebih dari tiga. Sangkar paling bawah minimum berjarak 100 cm dari tanah agar pada saat hujan percikan air dari tanah tidak masuk ke dalam sangkar. Sisi kiri dan kanan sangkar sebaiknya diberi jarak, minimal selebar sangkar, agar pasangan perkutut dalam satu sangkar tidak diganggu atau mengganggu pasangan lain dalam sangkar di sebelahnya.

Memilih Indukan Perkutut

Keturunan yang baik pasti berasal dari induk yang baik pula. Sebaliknya, induk yang baik belum tentu menghasilkan keturunan yang baik. Dalil seperti ini agaknya sangat dipatuhi oleh peternak. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemilihan induk harus dilakukan secermat mungkin. Berkaitan ‘dengan pemilihan induk ini ada baiknya jika uraian berikut dipahami oleh peternak.

A.    Memilih Jantan dan Betina

Kemampuan membedakan jenis kelamin perkutut mutlak diperlukan oleh peternak. Bagi peternak yang sudah berpengalaman, tidak perlu waktu lama untuk menentukan jenis kelamin perkutut. Bahkan, dengan sekilas melihat fisik perkutut, dapat segera ditentukan jantan atau betina perkutut tersebut. Meskipun demikian, ini hanya bisa dilakukan untuk perkutut yang telah menampakkan kedewasaan fisik, kira-kira telah berumur 9 bulan. Pada umur ini, perkutut siap ditangkarkan. Berikut adalah ciri-ciri perkutut jantan dan betina yang telah dewasa.

1.     Ciri-ciri perkutut jantan

Tanpa pengamatan yang seksama, agak sulit bagi pemula untuk membedakan perkutut jantan di antara sekawanan perkutut. Namun, jika dengan teliti diperhatikan, seekor perkutut jantan mudah dibedakan dari perkutut betina. Perkutut jantan mempunyai raut muka yang berkesan garang. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tebal dan bulat sehingga sorot matanya menjadi terlihat tajam. Tanda lainnya ialahpupur (bulu putih keabu-abuan di kepala) lebih dari separuh kepala, kepala tipis, dan ekor panjang. Oleh karena itu, warna bulu kepala perkutut jantan terlibat lebih terang dibanding kepala perkutut betina. Selain itu, perkutut jantan juga memiliki paruh yang panjang, tebal, dan melengkung (ciri ini agak sulit dipahami). Tubuhnya secara keseluruhan terlihat lebib besar daripada perkutut betina.
Perkutut jantan juga bisa ditandai dari perilaku seksualnya. Setelah dewasa kelamin, perkutut jantan akan menampakkan perilaku seksual yang khas jika berdekatan dengan betina, yaitu berbunyi sambil menganggukkan kepala di dekat seekor betina.

2.     Ciri-ciri perkutut betina

Perkutut betina memiliki raut wajah sayu. Kulit yang mengelilingi mata terlihat tipis sehingga sorot matanya terkesan sayu. Tubuhnya lebih kedl dari yang jantan. Selain itu, pupur tidak lebih dari separuh bagian kepala (sehingga warna bulu kepalanya terkesan gelap), kepala kecil dan bundar, paruh lurus, serta ekor pendek. Jika dilihat secara keseluruhan, ukuran tubuhnya tampak lebih kecil daripada perkutut jantan.


B.    Memilih Induk yang Bersuara Bagus

Bagi orang awam yang belum pernah memelihara perkutut, suara semua perkutut pasti dianggap sama. Sepintas lalu memang demikian. Namun, jika didengar dengan seksama, setiap perkutut ternyata memiliki suara khas yang berbeda dengan perkutut lainnya.
Bagi yang sudah terbiasa memperhatikan suara perkutut, kekhasan suara setiap perkutut dapat dengan mudah diketahui. Bahkan, mereka yang biasa memelihara perkutut, pasci bisa menandai satu suara perkutut di antara puluhan perkutut yang dipeliharanya tanpa harus melihat perkutut tersebut. Ini menandakan suara perkutut memang beragam.
Ragam suara perkutut dapat didengar pada suara depan, suara tengah, dan suara belakang. Ragam suara juga dapat diketahui melalui kejelasan jeda antara suara depan, tengah, dan belakang; tempo dari bunyi ke bunyi; bening tidaknya suara; serta kestabilan suara.
Mereka yang telinganya sudah terlatih mendengarkan suara perkutut akan mengatakan, “Tidak ada perkutut yang bersuara sama. Yang ada hanya kemiripan suara.”
Suara perkutut yang didengar oleh telinga manusia jika disederhanakan menjadi tulisan, kira-kira terbaca “Hur…ketek…kuk”. Ada juga   yang   berbunyi   “Wao…ketek…kung”   atau   “Klao/kleo… ketek…kung”.
Suara hur, wao, atau klao/kleo disebut suara depan. Suara depan ini sangat bervariasi: ada yang terdengar panjang, sedang, dan pendek.
Suara ketek disebut suara tengah. Suara ini juga bervariasi: ada yang satu kali, satu setengah kali, dua kali, dan sebagainya. Perkutut yang suara tengahnya satu kali kalau berbunyi kira-kira terdengar “Hur…ketek…kuk”. Yang satu setengah kali terdengar “Hur… ketepek…kuk”. Yang dua kali terdengar “Hur…ketek-ketek…kuk”.
Suara kuk atau kung disebut suara belakang. Suara belakang ini pun juga bervariasi: ada yang pendek, ada yang panjang berdengung, dan sebagainya.
Induk yang dipilih, baik jantan atau betina, sebisa mungkin memenuhi kriteria suara yang bagus. Suara perkutut dikatakan bagus jika memenuhi kriteria berikut.:

1) Memperdengarkan suara depan (klao atau kleo) yang panjang.
2) Memperdengarkan suara tengah tebal dan jelas.
3) Memperdengarkan suara belakang (kung) panjang berdengung.
4) Memiliki jeda yang jelas antara suara  depan,  tengah,  dan belakang.
5) Antara satu suara dengan suara berikutnya bertempo tetap.
6) Suara terdengar bening (kristal), bergema, dan tidak terhambat.
7) Memperdengarkan  suara  yang  stabil,   tidak   terpengaruh  oleh perubahan suasana lingkungan.

Jika seekor perkutut dapat memperdengarkan suara yang memenuhi kriteria seperti itu, burung tersebut dapat dibilang bagus. Jarang sekali perkutut yang dapat memenuhi semua kriteria tersebut. Oleh karena itu, burung yang mampu memenuhi kriteria seperti itu pasti berharga sangat mahal. Demikian juga dengan keturunannya.
Meskipun tidak 100% suara induk diwariskan ke keturunannya, pembeli akan tetap mendengarkan suara induk sebelum membeli keturunannya.  Paling  tidak  induk  yang  bersuara  bagus juga  akan mengangkat harga keturunannya.

C.    Pentingnya Mengetahui Garis Keturunan

Keturunan perkutut yang bersuara bagus selalu berharga mahal. Itulah sebabnya peternak selalu mencari induk berkualitas agar keturunannya berharga mahal. Induk yang berkualitas ini umumnya memiliki keistimewaan di suara meskipun belum tentu juara dalam konkurs. Induk yang berkualitas biasanya juga memiliki hubungan darah dengan perkutut-perkutut juara.
Hubungan darah, garis keturunan, atau silsilah inilah yang perlu diketahui oleh peternak. Meskipun suaranya tak begitu bagus, seekor perkutut bisa dipilih sebagai induk jika memiliki hubungan darah dengan perkutut juara. Adanya hubungan darah ini membuat perkutut bersangkutan memiliki peluang menghasilkan keturunan bersuara bagus.
Meskipun belum bisa diungkap secara ilmiah, suara perkutut memang diwariskan ke keturunannya. Perkutut yang menang dalam konkurs selalu berasal dari induk yang kualitasnya prima. Tidak ada perkutut bersuara bagus yang berasal dari induk asal comot (ambil). Kalaupun ada, itu merupakan suatu keberuntungan. Jika dirunut, nenek moyang induk asal comot yang menghasilkan keturunan bagus pasti juga berkualitas prima. Hanya saja, tak ada yang mengetahuinya.
Induk yang berkualitas memang tidak selalu menghasilkan anak yang berkualitas. Adakalanya keturunan yang baik baru bisa diperoleh setelah induk menghasilkan beberapa keturunan. Inilah yang membuat bisnis peternakan perkutut menjadi semakin mengasyikkan. Adanya kemungkinan memperoleh keturunan yang berkualitas inilah yang membuat peternak selalu penasaran untuk mendapatkannya.
Dengan mengetahui garis keturunan atau silsilah perkutut, peternak dapat memperkirakan atau paling tidak mempunyai harapan pasangan perkututnya kelak akan menghasilkan keturunan yang berkualitas.

D.   Jangan Memilih yang Cacat Fisik

Secara fisik, perkutut yang akan dijadikan induk harus normal. Jika tidak diperhatikan dengan cermat, cacat fisik kadang tidak tampak. Cacat baru tampak setelah induk berada di sangkar penangkaran.
Mata buta, kelopak mata tidak simetris, kelopak mata tidak menutup sempurna, dan jari kaki putus merupakan cacat fisik yang paling mudah diamati. Dengan melihat sepintas, cacat fisik seperti ini akan ketahuan.
Lain halnya jika cacat fisiknya adalah pincang, sayap terkulai, atau tulang dada bengkok. Cacat seperti ini memerlukan pengamatan yang lebih seksama untuk mengetahuinya. Perkutut yang pincang terlihat pada saat berjalan. Oleh karena itu, perlu diamati pada saat berjalan. Sayap yang terkulai terlihat jelas pada saat perkutut tidak melakukan aktivitas gerak. Pada saat diam, sayap yang normal terlihat rapat ke tubuh. Tulang dada yang bengkok baru kelihatan jika dada perkutut diraba dengan jari.

E.    Jangan Memilih Induk Hasil Tangkapan dari Alam

Sekarang ini perkutut peliharaan yang berasal dari tangkapan di alam lebih sedikit daripada yang berasal dari hasil penangkaran. Alasannya, perkutut hasil tangkapan dari alam suaranya kurang bagus. Meskipun demikian, tetap saja ada penjual burung yang menjual perkutut tangkapan dari alam.
Meskipun harganya sangat murah, untuk tujuan penangkaran di sangkar kecil, jangan sekali-kali memilih perkutut tangkapan dari alam sebagai induk. Burung hasil tangkapan memiliki perilaku liar. Dalam sangkar kecil, burung seperti ini sulit berkembang biak.

Lebih baik jika memilih burung hasil penangkaran. Perkutut hasil penangkaran lebih terbiasa dengan manusia dan sudah terbiasa berkembang biak dalam kandang. Oleh karena itu, tidak menjadi masalah jika perkutut ini ditangkarkan di dalam sangkar kecil.

Selasa, 25 Maret 2014

Sejarah & Perkutut Katuranggan


Jika disimak, dunia hobi perkutut seperti tidak ada surutnya. Bahkan, justru sebaliknya, dari tahun ke tahun penggemar burung kelanggenan ini semakin bertambah. Pada zaman kerajaan dahulu, burung perkutut hanya dipelihara oleh kalangan ningrat. Kebiasaan menikmati bunyi anggungan perkutut sudah berlangsung sejak zaman Majapahit. Ketika Joko Mangu perkutut milik Prabu Brawijaya V (raja Majapahit terakhir) lepas dari sangkar, burung itu diketemukan kembali oleh sang raja dalam perjalanannya di wilayah Yogyakarta. Tepatnya, ditemukan di daerah kretek, dekat Imogiri, Kabupaten Bantul. Berangkat dari sinilah maka, raja-raja Mataram yang merasa dirinya keturunan Prabu Brawijaya penguasa Majapahit melestarikan dan mentradisikan kekukututan (memelihara perkutut) dalam kehidupan Keraton Ngayogjakarta. Kekukututan dianggap memiliki nilai-nilai budaya adiluhung.

Tradisi kekututan di Keraton Ngayogjakarta Hadiningrat muncul pada zaman Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921) mengembangkan perkutut dekat Imogiri untuk Sanden. Sanden adalah acara mendengarkan suara perkutut secara bersama-sama dengan menikmati hidangan sekedarnya. Pada masa inilah lahir Gending Monggang yang khusus disajikan dalam upacara sakral Grebeg. Lagu karya Sri Sultan Hamengku Buwono VII ini tercipta dengan diilhami suara anggungan perkutut bernama Monggang. Kebiasaan menikmati bunyi suaranya anggungan perkutut yang indah ini sebenarnya dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu biasanya hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan.

Pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939), keraton sering menyelenggarakan kekututan yang disebut Lurugan Beksi Berkutut, sekarang ini mungkin identik dengan konkurs perkutut. Kegiatan itu banyak diikuti para bangsawan, petinggi pemerintahan para pedagang kaya, dokter, dan orang-orang terhormat lainnya.

Gemar kekututan juga berlangsung pada masa pemerintahan Sri Mangkunegoro VII di Surakarta. Acara kekututan diselenggarakan di halaman keraton Mangkunegaran. Peserta kekututan tak hanya menikmati suara perkutut , tetapi juga larut dalam diskusi serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Kekututan pada masa itu tak hanya bersifat pameran dan seminar, tetapi juga dapat dipakai sebagai latihan spiritual. Perkutut dipelihara tak hanya untuk dinikmati suara anggungnya, tetapi dari kepercayaan ada kekuatan magis yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.

Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton. Bilangan lima yang dimaksud adalah wisma (rumah), garwa (isteri), curiga (keris), turangga (kuda), dan kukila (perkutut). Kelimanya mutlak harus dimiliki seorang lelaki, kalau ingin disebut lelaki sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar belakang kebudayaan keraton. Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dan keindahan fisiknya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung. Selain dari itu perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya. Banyak perkutut yang berdasarkan katuranggan atau ciri mathi dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan) maupun buruk (membawa sial) bagi si pemelihara. Mungkin pada jaman sekarang, hal ini mungkin sudah tidak sesuai degan alam pikiran masyarakat modern. 

Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan " Katuranggan " yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan " Ciri mathi " adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.) atau buruk (membawa sial atau mala petaka) bagi pemilik atau si pemelihara tersebut.


Untuk mengetahui baik tidaknya seekor perkutut, dapat ditilik berdasarkan katuranggan dan ciri mathi berupa ciri fisik seperti bentuk tubuh, bulu, paruh, kaki dan juga sifat, perilaku serta pada saat berbunyi/manggung yang dapat dijelaskan sebagai berikut/seperti dibawah ini. 

 Sangat Dianjurkan Untuk Dipelihara

Perkutut Songgo Ratu
Perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di zaman Majapahit yang

dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi nama Perkutut Songgo Ratu.. Perkutut ini berciri khas di kepalanya ada jambul semacam mahkota berwarna putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran, hidupnya hanya di tempat yang sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat menahan lapar dan haus sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya. Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam. Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi bagi pemiliknya.

Perkutut Lurah

Dilihat dari corak warna perkutut, sepintas dapat dilihat persamaan tersamar dengan ular, dimana keduanya mempunyai lurik yang hampir sama. Perkutut mempunyai bulu dada yang warnanya lebih terang, bahkan keputih-putihan, begitu juga dengan ular. Perkutut Lurah ini tinggal dihutan makannya disuapi atau dibawakan makanan oleh perkutut yang lain yang menjadi anak buahnya. Biasanya perkutut ini dipelihara oleh atasan atau pemimpin yang mempunyai kedudukan, karena perkutut ini mempunyai yoni kewibawaan yang luar biasa dan mendatangkan rezeki yang berlimpah.

Perkutut Putih
 

 













perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi si pemilik atau si pemeliharanya. Warna bulunya seluruhnya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih. Konon karena langkanya biasanya sebelum dimiliki seseorang, perkutut putih datang lewat mimpi dengan rupa orang yang sudah tua, berambut serta berjenggot putih.


Perkutut Hitam atau Kol Buntet
 

 













Seluruh bulunya hitam legam yang dianggap rajanya perkutut, kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.

Srimangempel

Perkutut ini jari jemari ke dua belah kakinya berwarna putih / ibu jari kakinya putih / ada dua kuku jari yang putih, baik sekali dipelihara / dimilik para petani, keluarganya selalu sehat dan cita-citanya banyak terkabulkan. Pemeliharanya akan selalu tercapai yg diinginkannya.

Wisnuwicitra

Perkutut ini mempunyai paruh dan kaki kehitaman, pemeliharanya selalu terpelihara keselamatannya bahkan blackmagic tidak akan mempan.

Wisnumangenu

Perkutut yg seluruh kulit tubuhnya kehitaman, pemeliharanya akan mempunyai banyak rejeki. 

Susumowicitra
Perkutut yang mempunyai paruh dan kaki berwarna putih, pemeliharannya konon adalah orang kaya, semua yg diinginkan terkabul.

Pandhawamijil

Perkutut yg mempunyai ekor bulunya berjumlah 15 lembar, pemeliharannya akan mempunyai kewibawaan tinggi ,disegani & dihormati.

Purnama Sidhi

Perkutut yg dari matanya terlihat bercahaya maerah seperti mirah delima/warna bulunya kemerah-merahan, pemeliharanya sangat berwibawa, disegani dan disayang.

Mercujiwa

Perkutut bermata merah dan kuning, Burung perkutut yang mempunyai mata berwarna kuning dengan garis bersinar kuning, pemeliharanya dicintai org banyak dan banyak pula rejekinya Bila bermata kuning, dan berbulu kuning pula pantatnya, maka seluruh kebaikan menjadi satu, konon adalah burung peliharaan raja.

Mustikaningmanuk

perkutut yg mempunyai kulit berwarna putih seluruhnya. Konon burung tsb juga pemeliharaan raja, baik sekali dipelihara karena mendatangkan keuntungan, rejeki, selamat dan dapat mempengaruhi orang banyak.

Mineb Gedong/Gedong Mineb

perkutut yang manggungnya menyertai terbenamnya matahari, si pemilik akan berkecukupan dan menguntungkan dalam berdagang. Perkutut yang selalu berbunyi diwaktu sore hari, pemeliharanya selalu dipermudah rejekinya.

Gedhongmenga

Perkutut yang memperdengarkan bunyi diwaktu matahari terbit. pemeliharanya mendapatkan keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan, serta dapat menyimpan emas berlian.

Wisnumurti

Perkutut yg mempunyai mata, paruh, dan kaki hitam, burung perkutut yg berciri khas tersebut adalah untuk tumbal menjadi pemelihara raja.

Udanmas

Bulunya berwarna coklat muda / krem / Perkutut yg bulunya kekuningan dan mempunyai kalung / bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan, mendatangkan keselamatan dan kegembiraan serta rezeki. pemeliharanya mudah rejekinya.

Widahsanagastagasti

Pemeliharanya sering mendapat keberuntungan,apa yg diinginkan terkabul dan dicintai banyak orang. 

Muncis
Pemeliharanya dianugerahi ketentraman,mudah rejekinya,selamat.

Gendawa Sabda
Suara manggungnya keras dan merdu, dapat digunakan untuk memikat perkutut yang lain. Pemiliknya banyak rezeki, keluarganya tenang dan tentram.

Waktu manggungnya lama, halus dan merdu, pemiliknya mudah mencapai cita-cita dan banyak rezeki.

Rupo Cahyo
Warna bulunya mengkilat bercahaya, membawa kedamaian dan kegembiraan.

Candra Sabda
Warna bulu dibagian pundak berwarna putih, baik untuk pemikat dan membawa suasana gembira.

Misti Kanya
di bagian badan atau seluruh badan berwarna putih, baik untuk para Raja / Pemimpin karena membawa keselamatan.

Sangga Bhuana
di punggungnya ada sehelai bulu berwarna putih, akan mendatangkan rezeki (Asal jangan ada bulu ekor yang tidak sejalan dengan yang lain, misalnya tidak lurus/abnormal).

Kusuma Wicitra
Warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan, mendatangkan rezeki dan cita-citanya mudah tercapai.

Mercuci
matanya berwarna kuning dan sipit / wayang bambangan, pemiliknya diakrabi orang dan banyak rezeki.

Satria Kinayungan
ditengah kepalanya berbulu warna putih, berpengaruh menaikkan derajat atau pangkat juga kewibawaan.


Disamping itu masih ada beberapa jenis perkutut Katuranggan antara lain
Perkutut berwarna tepung tumpeng atau disebut juga Perkutut Daring Kebak/Tembus, Perkutut Rondo Semoyo, dll. yang kesemuanya mempunyai yoni sendiri-sendiri antara lain untuk nolak santet dan ketenteraman keluarga (Tepung Tumpeng), untuk kewibawaan (Pendawa Mijil dan Mercu Jiwa yang kewibawaannya besar), kelancaran berdagang (Rondo Semoyo). Jadi dapat dibayangkan jika kita mempunyai seekor perkutut berwarna Tepung Tumpeng, matanya merah atau kuning dan ekornya berjumlah 15 lembar, maka jelas dan pasti perkutut ini adalah perkutut bagus dan langka serta mahal harganya.
Perkutut yang susunan bunyinya (widana sreku/widah sana gasta gasti) sangat baik dipelihara karena mendatangkan rejeki atau bisa menaikkan derajat. Perkutut berbulu putih bersih dan perkutut hitam (bulu benar-benar hitam) juga sangat baik dipelihara. Kedua burung jenis itu dianggap rajanya perkutut sehingga kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan. 

Yang buruk dan tidak baik untuk dimiliki/dipelihara:

Durga Nguwuh

manggung pada tengah malam, bila dipelihara akan banyak mendatangkan halangan misalnya ; sering sakit, rumah tangganya kacau atau sering kekurangan.

Durga Ngerik

manggungnya terus terusan (siang malam), akan menjauhkan rezeki dan keluarga sering cekcok.

Wisnu Tinundang

bulunya kehitam-hitaman tidak merata, bagi pemiliknya akan sulit mencapai cita-citanya.

Brahma Suku

bulunya berwarna kemerah-merahan, sering mengundang penyakit.

Brahma Kukup

bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya, bisa mendatangkan sial bagi pemiliknya.

Brahma Labuh Geni

bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, akan mendatangkan halangan dan jauh dari rezeki.

Buntel Mayit

masing-masing sayapnya ada bulunya putih, akan mendatangkan mala petaka.

Lembu Rawan

bulunya " brumbung " tidak tumbuh dengan baik, bisa mendatangkan penyakit / pemiliknya selalu dalam kesulitan dan jauh dari rezeki.

Kelabang Kapipit

pada sayap bagian dalam bila direntangkan terdapat bulu berwarna putih, bisa mendatangkan sengketa rumah tangga. 

referensi :
berbagai sumber|kicaumania.org|www.trah-adikaturonggo.bravehost.com/Katuranggan.html

Legenda Burung Jawa


Ada cerita yang melegenda dalam masyarakat Jawa perihal burung perkutut. Burung ini menurut ceritanya, merupakan jelmaan seorang pangeran yang pada zaman Kerajaan Majapahit dikenal dengan legenda Joko Mangu. Bermula dari hal itu maka kemudian berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa bahwa Burung Perkutut menjadi sakral keberadaannya. Bagi Priyayi Jawa, burung menjadi salah satu dari sapta brata yang harus dimiliki. Oleh karenanya masyarakat Jawa khususnya para laki-laki banyak yang memelihara burung atau kukilo khususnya burung perkutut.

    Banyak pertimbangan mengapa masyarakat Jawa khususnya kaum lelakinya memelihara burung perkutut. Diantara berbagai pertimbangan tersebut yakni sekedar prestise hingga nguri-nguri ajaran adiluhung nenek moyang. Leluhur orang Jawa dulu sering memberi wejangan bahwa manuk (burung) terdiri dari unsur kata ma (manjing) dan nya (nyawa) yang artinya urip atau hidup. Wejangan itu kemudian diterjemahkan dengan “aja mung ngoceh, nanging manggungo utawa yen ngomong kudu sing mentes” artinya kalau berbicara harus yang berisiSelama ini terdapat dua macam kategori orang yang gemar akan burung perkutut, yakni karena anggung (suara) dan karena cirimati (ciri baku) atau katuranggan. Orang yang menyukai burung perkutut karena anggung atau suaranya kebanyakan akan diikutsertakan dalam lomba atau sekedar hanya untuk klangenan. Sementara yang suka burung perkutut karena cirimati atau katuranggan biasanya memiliki kepercayaan bahwa dengan memelihara burung perkutut akan bisa mendatangkan rezeki atau keberuntungan.

    Konon kepercayaan masyarakat Jawa akan katuranggan, angsar atau tangguh burung perkutut dipengaruhi oleh legenda Joko Mangu. Diceritakan dalam legenda tersebut bahwa saat zaman Kerajaan Majapahit dulu ada burung perkutut yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama Joko Mangu. Burung tersebut lepas dari Pajajaran dan terbang ke arah timur hingga ke Majapahit. Selanjutnya Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu itu lepas lagi dari Majapahit dan terbang ke arah pesisir. Artinya pulung atau keberuntungan Majapahit lepas dan akhirnya menuju ke arah pesisir hingga munculah Kerajaan Demak. Dari pesisir akhirnya Joko Mangu terbang lagi dan menuju ke selatan dan ditemukan oleh Ki Ageng Paker dari Ngayogyakarta.

    Dalam memelihara burung perkutut yang perlu dipersiapkan adalah diri pribadi orang itu sendiri. Artinya, kepercayaan akan katuranggan, pulung atau angsar dan tangguh harus tetap ditempatkan pada posisi yang semestinya. Kepercayaan akan Tuhan menjadi mutlak, melebihi kepercayaan pada siapa dan apapun. Mengenai pulung atau wahyu, akan datang dengan sendirinya, jika seseorang itu telah benar-benar tertata. Dalam dunia pewayangan selalu pulung sing nggoleki uwong, dudu uwong sing nggoleki pulung atau isi sing nggolek wadhah, dudu wadhah sing nggoleki isi.

Tradisi Falsafah Jawa Burung Perkutut


Tradisi dan Falsafah Jawa menyebutkan seorang lelaki dewasa harus memiliki kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton yaitu memiliki wisma (rumah/tempat tinggal), curiga (keris/ senjata andalan), kukila (burung), turangga (kuda/ kendaraan), gangsa, dan garwa (istri/pendamping hidup). Burung Perkutut diyakini sebagai burung yang disebut sebagai kukila dengan berbagai pertimbangan tradisi jawa.
Burung perkutut adalah binatang sakral dan penuh mitos karena pengaruh legenda Joko Mangu. Legenda tersebut menyatakan pada jaman Kerajaan Majapahit ada burung perkutut milik Prabu Brawijaya V (raja Majapahit terakhir) yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama Joko Mangu.
Suatu hari Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu lepas dari sangkar tetapi berhasil diketemukan kembali oleh sang raja dalam perjalanannya di wilayah Yogyakarta. Tepatnya, ditemukan di daerah kretek, dekat Imogiri, Kabupaten Bantul. Sejak saat itu sampai sekarang, raja-raja Mataram keturunan Prabu Brawijaya penguasa Majapahit selalu melestarikan dan mentradisikan kekukututan (memelihara perkutut) dalam kehidupan Keraton Ngayogjakarta. Kekukututan dianggap memiliki nilai-nilai budaya adiluhung.
Sejak Juni 1990 burung perkutut dijadikan maskot Propinsi DI Yogyakarta. ”Kukila itu berarti manggung atau manuk anggung-anggungan. Dalam hal ini adalah burung perkutut. Kata manuk itu sendiri terdiri dari Ma (manjing) dan Nya (nyawa), yang berarti urip. Karena itu para priyayi dulu sering memberi wejangan kepada anak cucunya, ”Aja mung ngoceh, nanging manggunga. Tegese yen ngomong kudu sing mentes.
Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung. Selain dari itu perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya. Banyak perkutut yang berdasarkan katuranggan atau ciri mathi dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan) bagi si pemelihara.
Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.
Masyarakat Jawa mempercayai bahwa burung perkutut dapat mendatangkan manfaat positif dan negatif bagi pemiliknya atau orang yang memeliharanya. Burung perkutut dipercaya ada yang punya katuranggan baik dan tidak baik. Dalam Primbon Betaljemur Ada Makna, perkutut yang punya katuranggan baik antara lain Srimangempel, Wisnucarita, Wisnumangenu, Kusumawicitra, Pandhawa Mijil, Purnasidi, Murcujiwa, Minep Gedhong, Gedhong Menga, Wisnumurti, Udanmas, dan Widahsana gastagasti.
Sedangkan turangga perkutut yang dianggap tidak baik antara lain Bramasulur, Brama Sulurgenni, Bramakala, Bramakokap, Durgangerik, Durgaanguwuh, Sanggabuwana, Lemburuwan, Cendhalasabda, dan Wisnutinundhung.
Selain itu juga dikenal adanya tangguh perkutut, yang terdiri Tangguh Pajajaran, Ki Joko Mangu (Majapahit), Tuban, Mataram, Pajang, Sedayu, dan Tangguh Demak.
"Katuranggan" yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan " Ciri mathi " adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.)
Ketika anda memelihara burung perkutut, anda harus menata diri pribadi kita. Selain itu, yang utama kita harus percaya kepada Tuhan.(*dari berbagai sumber)

Peternak perkutut JABODETABEK

Berikut ini adalah daftar peternak di jabodetabek & di sertakan profil peternak

* CanCan Birdfarm Jakarta

Nama Farm : CANCAN
Jumlah Kandang : 24
Pemilik : FREDDY CANCAN
Alamat : Jl Kapuk Kamal Raya 40 Komplek Bisnis Pluit Blok N/29 Jakarta Utara.
Telpon : 081916161616, 085782899999, 081288888218
Tahun 2012 menjadikan acuan hasil karya crossing sendiri Freddy Cancan, karena 6 bulan terakhir ini mengelola ternak burung perkutut betul-betul full time. Walhasil beberapa piyikan produk Cancan BF terdengar layak diuji lapangan konkurs, seperti kandang N-1 si Berto, SHS-1, SHS-2, C-1, C-4, A-3.

* 3F Birdfarm Tangerang-Malang

Farm Name/LegBand : 3F
Number of Cages : 16 (Tangerang) & 8 (Malang)
Owner : SULARNO
Address : Tangerang dan Malang
  • TAMAN CHRYSANT 2 BLOK N 5 NO. 5 BSD CITY – SERPONG – TANGERANG – BANTEN; (021) 75875888, HP 021-68001188, 0817101888
  • PERMATA JINGGA BLOK PINUS NO. 29 MALANG; (0341) 405659, HP 021-68001188; 0817101888
Kesibukan rutin Kantor tidaklah menjadi penghalang bagi Sularno dalam menekuni hobby burung perkutut baik ternak maupun aktif konkurs. Keseriusannya dalam ternak dibuktikan dengan terus menerus meningkatkan kualitas indukan terbaik dari hasil seleksi ternakan sendiri 3F, dan selalu melakukan inovasi crossing indukan impor terbaik dari Thailand Selatan.

* ALTIS Birdfarm Jakarta

Nama Farm : A L T I S
Jumlah kandang : 30
Pemilik : ALAY
Alamat : Jl. Pegangsaan Indah Barat Blok C/35 Pondok Gading Utama – Jakarta Utara; Telp. 0818 60 3333
2 tahun terakhir ini, Alay telah merombak dan banyak memasukkan burung perkutut impor pilihan sebagai materi indukan kandang ternaknya yang ditempatkan di lantai atas. Dari anak Kandang-333 diberi nama LEXUS berhasil juara setiap event bergengsi konkurs tingkat nasional Liga Perkutut Indonesia (LPI) 2012 mulai di Bekasi, Cirebon, Bangkalan, Pekalongan, Palembang, Semarang, Jember, Yogyakarta.

* Alvin Birdfarm Jakarta

Farm Name : ALVIN
Number of Cages : 49
Owner : JOHAN BUNJAYA
Phones : 021-3777 3838, 0818 964633
Address : Jl. Semeru Gg. 2 No. 36-38 Grogol Jakarta Barat
Pemilik Alvin BF ini termasuk hobby berat terhadap suara perkutut, sejak 3 tahun lalu mulai mengoleksi burung-burung bagus dan membeli burung yang rata-rata suaranya sudah manggung tetap enak didengarnya usia minimal 6 bulanan, tentu konsekuennya harga lebih mahal. Namun dikarenakan kesibukan usaha di bidang leasing company raksasa belum memungkinkan menjajal koleksi burung-burung terbaiknya ke lapangan konkurs, akhirnya diternak mencapai 49 kandang. Ring-ring burung indukan tersebut dapat dilihat secara transparan pada daftar Alvin BF materi kandang baik dari farm-farm papan atas dalam negeri maupun dari import.
  

* Anes Birdfarm Tangerang

Farm Name/BandLeg : ANES
Number of Cages : 40
Owner : YOHANES
Phones : 0856 131 0989, 021-9271 2249
Address : Jl. Otonom 38 Cikupa Tangerang Jawa Barat.
Perjalanan hobi perkutut selama setahun dijalani begitu cepat oleh Yohanes bahkan setahun perjalan hobinya sudah dilewatinya dengan terjun langsung di lapangan. Awal kemunculan kunglover yang selalu rileks di lapangan adalah saat KLH Cup Semarang Maret 2011 di Semarang yang juga menjadi ajang awal putaran seri LPI 2011.

* Ardis Birdfarm Jakarta

Nama farm/ring: ARDIS
Jumlah kandang: 19
Pemilik: CHRISTIYANTO ASMADI
Alamat: Jalan Mesjid 3 No. 2 Pejompongan Jakarta Pusat, telp. 08528 5533 599
Facebook: https://www.facebook.com/pages/ARDIS-Bird-Farm/136998529653356
Sejak 2001 mulai ternak burung perkutut ternyata sampai sekarang pun tetap saja belajar terus dan mencari teknik breeding yang benar-benar pas, tetap berupaya terus menerus bongkar-pasang indukan guna mendapatkan suara anakannya yang lebih bagus dan lebih baik lagi daripada suara bapaknya atau induk jantan. Sungguh bersyukur, sebagai pengelola website www.InfoPerkutut.com ini dan www.Info-Perkutut.co.cc yang dibuat akhir 2008 telah menjalin hubungan lebih baik dengan peternak-peternak dalam negeri maupun negeri tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Berkat dukungan mereka menjadikan kualitas materi kandang ARDIS BF semakin lebih baik.

* BBC Birdfarm Jakarta

Farm name/ring : BBC
Jumlah kandang : 50
Pemilik : HM SADILI SYAMSOERI, SE
Alamat : Jl. Biduri Bulan Raya No 9 Kemayoran Jakarta 10640, 021-4201890, 087877752362
HM Sadili pemilik BBC Bird Farm sangat beruntung karena salah seekor hasil ternaknya melejit menjelma menjadi perkutut yang berprestasi ditingkat nasional. Perkutut yang diberi nama Dewa Kembar (alias piyik Mandi Laras) yang memiliki suara  cowong, suara depan narik, tengah senggang dan suara ujung panjang ini berhasil menembus ketatnya persaingan untuk Kelas Senior tahun 2003. Hingga kini pun tetap semangat berusaha mengorbitkan anak-cucu Dewa Kembar, ujarnya saat ditemui InfoPerkutut.com 31 Desember 2011 lalu sambil menunjuk 2 ekor burung dalam sangkar dimana Dewa Kembar sedang dalam penjodohan dengan betina import yang enggan menyebutkan ringnya.

* Cakrawala Birdfarm Tangerang 

Farm Name/LegBand : CAKRAWALA
Number of Cages : 30
Owner : ERWIN SUTJAHJA
Address & Phones : Komplek Pergudangan Karetjaya Jl. Karet 2 No.88 Mauk Km.7 Desa Cadas Kec. Sepatan Tangerang; 0818169888, 021-70016888
Facebook : http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=100000558982923
Sebagai kunglovers sejati Erwin Cakrawala dan atas komitmen breeding burung perkutut yang terbaik betul-betul tidak disangsikan lagi, medio 2012 ini berangkat ke Thailand Selatan dan langsung memboyong burung-burung dari farm-farm unggulan, seperti CC BF Songkhla dan MLT BF Pattani.

* CJDW Birdfarm Ciputat

Nama Farm : C J D W
Jumlah kandang : 7
Pemilik : ADRIAN
Alamat : Jalan Delima Jaya 2 No 28 Rempoa Ciputat Tangerang – Indonesia, HP +62817705554
.
Sejak usia muda, ADRIAN sudah menyenangi burung perkutut dan memiliki ternak di Blora. Seiring dengan kesibukan pekerjaan dan perpindahan rumah tinggal di Ciputat, kini kembali aktif mengoleksi burung pilihan kualitas lomba. Info terakhir event internasional Hamengku Buwono Cup di Yogyakarta berhasil juara 5 kelas piyik yunior.

* HBC 54 Birdfarm Bekasi

Farm Name/LegBand : HBC54
Number of Cages : 99
Owner : H. HASAN BASRI
Address & Phones : Jl. Karang Satria No. 54 Kampung Cerewet, Duren Jaya, Bekasi Timur, 021-88342980, HP. 0812 8188 6668
H. Hasan Basri pemilik HBC54 BF mantan Ketua Korwil DKI Jakarta, info terbaru berhasil mengorbitkan produk sendiri nama burung KOMISARIS juara I piyik yunior berturut-turut sebanyak 7 kali : 2 x Cikeas, 2 x Pondokgede, 2 x Angkasapura, dan terakhir minggu lalu (30/11) di Kranggan Cibubur. Komisaris lahir dari Kandang 5A

* IGONA Birdfarm Jakarta

Nama Farm : IGONA
Jumlah Kandang : 47
Pemilik : H. SLAMET RIYADI
Alamat : Komplek Pulo Gebang Permai Blok J-1 No. 21 Jakarta Timur; Telp. 021 4870 1622
.
H. SLAMET RIYADI, guna suara anakan produk IGONA Bird Farm tetap mengikuti selera trend pasar, setahun ini banyak memasukan burung-burung Thailand baru suara besar irama dan ujung panjang, memesan langsung dari importir Jakarta dan Semarang.
Burung-burung juara IGONA BF yang pernah moncer tingkat nasional maupun regional. Produk Igona BF terbaik adalah RONGGENG pernah berprestasi puncak 5 warna di salahsatu event konkurs nasional.
  • PUJANGGA
  • SYMPHONI
  • SONG FOR ANNA
  • DANGAN
  • TOLEDO
  • RONGGENG
  • MATRIX

* IPB Birdfarm Jakarta

Nama Farm/Ring : IPB
Jumlah Kandang : 42
Pemilik : H MUHAMMAD ARIFIN
Alamat : Jl. Revolusi No.12 Rt.03/04 Pondok Bambu Jakarta Timur; phone 0817 0937 176
Facebook : http://www.facebook.com/profile.php?id=100000014550698
 

* M16 Birdfarm Jakarta

Farm name/legband : M16
Number of cages : 16
Owner : GUNTUR TRY
Address : Jl. Melati III/16 Kel. Tugu Jakarta Utara, 021-43938382, 0817 743292
Koleksi piala M16 BF
Kecintaan burung perkutut sejak 2008 dan aktif konkurs se-Jabodetabek berlanjut serius beternak. Di lantai atas rumah Guntur Try pemilik M16 BF setahun ini dibangun 16 kandang ternak standard alumunium berderetan tertata apik, berikut depan kandang berdiri 8 tiang gantangan, setiap gantangan dibuat 2 kerekan, jadi dapat mengerek 16 ekor burung. Karenanya M16 BF dijadikan tempat berkumpul latihan kunglovers Jakarta Utara.
Prestasi burung-burung yang dilombakan selama 3 tahun ini berhasil mengoleksi sebanyak 24 piala kejuaraan, dimana burung juara tersebut telah masuk kandang ternak. Kandang-kandang ternak yang sudah terbukti banyak diminati yaitu kandang S-4, S-5, S-6, S-7 dan S-15.

* Marshal Birdfarm Jakarta

Nama Farm/Ring : MARSHAL
Jumlah kandang : 24
Pemilik : H. MARKAMTO
Alamat : Jl Kalibata Timur IV C/63 Jakarta Selatan, 021-7987928, 0811848660
Aktif sebagai Sekjen P3SI Pusat, H. Markamto selalu hadir konkurs tingkat nasional. Dilantai atas kediamannya dibangun 24 kandang ternak dengan indukan perkutut pilihan yang terdengar semakin bagus dan berusaha terus menerus meningkatkan kualitasnya. Saat ini yang sedang dikembangkan dalam kandang ternak burung-burung bering diantaranya XENA, CAKRAWALA, WAT, GRAND, KOPA, SGT.
Siapa pun diperkenankan datang ke farm, “Gak beli gak apa2. Kita. Ngobrol
Sambil minum kopi,” katanya.

* MTG Birdfarm Bekasi

Nama farm/ring: MTG (Maju Tak Gentar)
Jumlah kandang: 46
Pemilik: H. GUNAWAN
Alamat: Perum Bumi Anggrek R/220, Karang Satya, Bekasi Utara; 0816 984 981
—
Kecintaan suara burung perkutut sudah tidak perlu disangsikan, H. Gunawan sejak tahun 2003 hingga sekarang konsisten hadir di lapangan konkurs tingkat nasional dimana pun berada. Terus menerus MAJU TAK GENTAR sungguh tepat menjadikan nama ternakannya MTG Birdfarm.
Berkat perawat handal H. Abdus Syukur Surabaya, burung-burung juara MTG BF selalu berprestasi pada setiap eventnya maka sudah tak terhitung berapa banyak trophy  kejuaraan yang diperolehnya selama 9 tahun ini. Khusus 2 tahun ini BEAUTY berprestasi maksimal juara dewasa senior ke-1 secara berturut-turut 2011 dan 2010.

* NADIRA Birdfarm Jakarta

Nama Farm : NADIRA MERBOK BIRD FARM
Kode Ring : AFF dan/atau NADIRA
Jumlah Kandang : 40
Pemilik : AFFENDI
Alamat : Jl. Musholla, No. 21A, RT 09 RW 11 Kelurahan Petukangan Utara JAKARTA SELATAN; Telpon : 021-736 4289, 0878 862 07 268, 0812 9500057
Email : affendi@ancol.com, affendii@yahoo.com
Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100000003274474
Tahun 2011, AFFENDI kembali menekuni ternak perkutut dengan mencoba untuk melakukan program jangka panjang tehnik breeding dengan pola inbreed dan linebreed untuk menghasilkan burung model ternak yang menghasilkan ciri2 khas tertentu. Berharap apabila dalam kurun periode linebreed dapat menghasilkan burung lomba, dari pola linebreed nantinya akan dicoba crossbreed (outbreed) baru dengan burung non inbreed/ linebreed. Pola ternak ini digunakan adalah hasil pengamatan murni teori dari buku, website literatur, diskusi2 breeding dan pola ternak beberapa farm papan atas.

* Patrajaya Birdfarm Tangerang

Nama Farm : PATRAJAYA 
Jumlah kandang :-----
pemilik : Agus Panuli
alamat : Jl.kampung bambu bojong nangka legok tanggerang 0818742484

* PBMG Birdfarm Bekasi

Nama Farm : PBMG (Paksi Bandugo MuGiyono)
Jumlah Kandang : 20
Pemilik : MUGIYONO
Alamat : Jalan Harimau 1 No. 53 Perum Pondok Timur Indah Bekasi; Telp. 0812 9411 662
.
Kesibukan kantor tidak menjadi penghalang untuk tetap mencintai burung perkutut, MUGIYONO sejak 1991 hingga sekarang, telah beternak dan berupaya crossing indukan sebaikmungkin, walhasil khusus tahun ini saja (2012) produknya sudah berhasil juara di lomba regional Jabodetabek. Namun pemilik PBMG BF ini tidak menjadikan cepat puas, guna meningkatkan kualitas indukan kandang ternaknya tetap berani mengambil burung dari peternak besar Indonesia maupun dari peternak Thailand.

* Rafie Birdfarm Tangerang

Nama farm : RAFIE
Jumlah kandang : 30
Pemilik : ANDRI
Alamat : Jl.Benda Barat 10B blok.D22/16-17 Pamulang Dua – Tangerang; 021-7161 4888, 0813 8437 0000
Facebook : 
ANDRI RAFIE setelah 2 tahun ini bebas waktu pensiun dini dan terbangunnya sarana 30 kandang ternak di lantai atas kediamannya, betul-betul focus dalam pengembangan breeding suara alam burung perkutut. Terbukti beberapa produk RAFIE BF sebagai indukan mengisi kandang-kandang favorit, dan berprestasi di ajang konkurs regional dan nasional di Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan Makasar. Serta beberapa ekor produknya sudah masuk pasar Thailand.

* Sembilan Birdfarm Bekasi

Nama Farm : SEMBILAN
Jumlah kandang : 36
Pemilik : THOMAS
Alamat : Jalan Hanjuang 8 No. 102, Jatibening 2, Bekasi.
Telpon : 021 – 8476670, 0816 110 8952
.
Berkat dukungan keluarga dan tetap focus dalam breeding burung perkutut, SEMBILAN BF mulai tahun 2012 produknya dapat tampil berprestasi di event konkurs Jabodetabek.

* Tirtakencana Birdfarm Tangerang

Nama Farm : TIRTA KENCANA
Jumlah Kandang : 30
Pemilik : H. EDDY SOFYAN
Alamat : Jl. Dasana Indah Blok SC2/3-4 Bojongnangka Legok Tangerang; 021-98789256, 081388572299
.
H. EDDY SOFYAN seorang kunglover senior di Indonesia, namanya sangat dikenal di kalangan burung perkutut baik sebagai pemain dan pemandu bakat burung kualitas lomba, juga seorang peternak yang sangat lihai dalam hal seleksi materi indukan kandang.

* TOP Birdfarm Depok

Nama Farm : TOP PERKUTUT
Jumlah kandang : 40
Pemilik : MOERYONO
Alamat : Jalan Pekapuran No.17 Cimanggis Depok, 08123017485

* WJ Birdfarm Jakarta

Farm Name/LegBand : WJ
Number of Cages : 18
Owner : WAHYU UTOMO
Address & Phones : Jl. Meruya Utara Jalur 20 kav. 47 No. 8 Jakarta Barat, 021-58907532, 08159099901
Facebook : http://www.facebook.com/profile.php?id=100000520854001
.
Figur senior dalam dunia burung perkutut sudah tidak disangsikan, Wahyu Utomo diusia yang matang masih tampil aktif sebagai importir maupun ternak. Untuk tahun 2011 saja sudah 5 kali membawa burung-burung pilihan dari Thailand khusus terdengar kualitas irama trend, tengah banyak, ujung panjang dan air suara excellent.
Bagi kunglovers yang ingin informasi lebih lanjut dipersilahkan untuk jangan sungkan sungkan menghubunginya langsung ke nomor handphonenya, ataupun datang ke kediamannya langsung mendengarkan produk WJ BF boleh dibandingkan kualitas suaranya produk import dengan harga yang relatif lebih murah.